Kumpulan Puisi dan Kisah Motivasi Teladan

Rabu, 15 Februari 2012

Buat Calon Suami

Pernikahan atau Perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia ...
Isteri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah ...
Justru Isteri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama ...
Isteri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Isteri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Isteri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Isteri adalah murid, Kamu mursyid (pembimbing)-nya,
Isteri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya ..
Saat Isteri menjadi madu, Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Isteri menjadi racun, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya Isteri tulang yang bengkok, Berhati2lah meluruskannya ...

Pernikahan atau Perkawinan,
Menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa ...
Untuk belajar meniti sabar dan ridho,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Muhammad Rasulullah atau Isa As,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamaullahhuwajah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh ...

Jumat, 10 Februari 2012

VERTIKAL HORIZONTAL

Tuhan...
Aku beritahukan padamu sebuah rahasia
aku tidak pintar matematika
aku hanya tahu cara menarik garis
vertikal horizontal
aku hanya tahu, jika aku menariknya dengan lurus
akan menjadi sudut siku-siku
aku hanya tahu
dalam salah satu ayat suciMu
vertikal adalah Kau dan aku
horisontal adalah mereka dengan diriku

Tuhan...
aku bisikkan padaMu sebuah rahasia
aku tdak pintar statistika
aku tak mampu menghitung angka rumit
namun aku sadar
perasaan dan pikir ini lebih rumit

Tuhan....
aku teriakkan kepadaMu
kebimbangan hatiku
bagaimana sekarang aku berdiri
pada titik nol
tak tahu mau ke mana kaki ini
harus dibawa berlari

Tuhan...
aku bertanya padaMu
garis mana yang harus pertama aku tuju
apakah vertikal
ataukah horizontal
karena bimbang ini
mungkin aku akan mengambil
jalan diagonal

Tuhan...
aku meminta jawaban
bantu aku
mengambil jalan

Elegi Ujung Pagi

aku duduk tersipu saat menghadapMu
ingin kubasuh tubuhku dengan cahyaMu
Tubuh yang penuh penyesalan menggantung di dalam kalbu
terus membayangi kehidupan
semakin banyak ternodai
terlalu banyak kedukaan
kegelapan dan kehancuran

Di atas sajadah lusuh ini telah kuarungi keagunganMu
Berharap kerlipan sinar yang tak pernah menepis
di setiap jalan yang kulalui
dari sudut dunia yang kau punya
agar kugenggam trus sinarMu

sayang mungkin tak mungkin
karna begitu nista diriku
biarpun ada air mata, biarpun ada harapan
biarpun ada asa, biarpun ada cinta

Hidup……….
Mati…………
Akankah ini bersemi
atau akankah ini akan terjadi?

Tuhan……
Ampuni aku
Aku belum mau ke peraduan-Mu
Aku belum siap menghadap-Mu

Tuhan …….
Berilah aku hidayahMu
Jadikan diriku
orang yang mengingatMu
Dalam ketakutan
Aku bersujud di hadapanMu
di kelam malam aku menangis
bermunajad,
Tuhan ……..

Tuhan
Terkadang aku sengaja melupakanMu
Terkadang aku tidak ingin mengingatMu
Itulah diriku yang hina dina

Sungguh!
kurindu cahyaMu!

dan bila semua waktu tak lagi bersahabat
ketika semua dunia menjauh dariku
mungkin cukuplah hari di mana aku hidup
cukuplah waktu di mana aku berlalu

dan jika nanti hari dan waktu sungguh membatasi rohku
berikan cahyaMu walau hanya sepercik untukku

ini adalah seuntai doa
mengantarku menuju alam mimpi
di penghujung hari yang sepi

Ketika wanita jatuh cinta

masa lalu baginya telah pergi, sedihnya air mata yang menetes ke bumi, ia relakan dengan senang hati.Tiada yang ia ungkit kembali, tiada yang ia takuti. Masa lalunya adalah mimpi, yang datang karena ia lupa doa, dan sekarang mimpi itu tlah pergi, bersama dengan mata yang terjaga.

masa depan baginya masih panjang, terlalu panjang sampai ia ingin memutarnya dengan segera, jikalau ada mesin waktu, ia kan pergi ke saat di mana waktu itu tiba, saat yang sangat ia nanti, saat di mana cintanya mulai bersei.

Sekarang baginya seperti penjara, penjara yang penuh dengan bunga, di dalamnya ada banyak cerita, di dalamnya ada banyak cinta.

dialah sang wanita yang seang jatuh cinta. Tiada daya ia rengkuh sang pria, tiada daya ia oandang dengan tanpa ketakutan pada wajah teduh di hatinya. Ia lah wanita yang edang terpenjara, menunggu, menunggu, menunggu, dalam cemas dan gembira, karena tulisan Tuhan telah tergores, tulisan emas yang tak ia ketahui apa dan bagaimana, tulisan emas yang suatu saat nanti harus ia terima. Bagaimana jika itu di luar harapa? bagaimana jika cinta sekarang ini akan berbeda?

dia lah wanita yang sedang jatu cinta, baginya seribu kata tak cukup menggambarkan perasaan yang terbang inggi ke langit saat ini, senyumnya terus berkembang, tanpa pernah merasa layu, tanpa pula seperti mengenal layu. Dialah wanita yang sedang mekar, mekar sendiri tanpa serbuk sari, lalu kemudian menutup lagi.

dialh wanita yang sedang jatuh hati, yang sangat berani menulis puisi, karena tak tega ia membuang rasa ini dalam 'sampah' sepi, karena sahabat wanitanya pun tak akan mampu untuk membuat ia kembali dengan tanpa merasa pernah memiliki rasa ini.

Ia, wanita yang sedang jatuh hati, takut ia pada Tuhan, takut ia pada siksaan tapi tak kuasa pula ia menahan jari tuk mengungkapkan karena cinta ini suci, karena cinta tak pernah mengenal kata salah, karena cinta itu kebaikan, dan selamanya akan demikian.

ia, wanita yang sedang jatuh hati itu, hanya mampu merangkai kata ini, tanpa harapan akan dibaca olehnya, tanpa pernah mengira ia akan tahu rasa ini, ia, wanita yang sedang jatuh hati ini, hanya sedang tak mampu meluapkan hati, yang sedang terbang tingg tanpa ada satu manusia lain yang mengetahui.


wanita yang sedang jatuh cinta ini, pada akkhirnya meluapkan rasanya, dalam puisi.