Kumpulan Puisi dan Kisah Motivasi Teladan

Rabu, 27 Mei 2015

Untukmu Yang Telah Memasuki Hatiku

Assalamu'alaikum.



Untukmu yang telah memasuki hatiku,

Apakah ada suatu isyarat untuk membuatmu jatuh hati pada diri yang lemah ini?
Kalau ya, kabarkan aku secepatnya.
Karena takkan sedetikpun ku mau melepaskanmu dari pandanganku.
 
Apakah ada saatnya untukmu bisa memilih dan melirik hati ini?
Jika ya, katakan sesegera mungkin.
Karena takkan ada satu hembusan nafaspun ku membiarkanmu lelah sendiri.


Aku bukanlah seseorang yang memiliki segala atau setitik kelebihan yang akan membuatmu berjalan ke arahku.

Aku juga bukanlah ibarat sebuah pelabuhan yang bisa menenangkanmu saat berlabuh dalam dekapanku sama sekali.

Tapi asal kau tahu, bahwa aku selalu berusaha untuk menjadi itu semua tanpa kau inginkan dan kau tahu, tanpa kau pinta dan kau mengira. Aku akan tetap menjalaninya. Sungguh senyummu adalah luapan hati yang tak terkira bagiku, dan air matamu adalah bagian nestapa yang tak terbantahkan untukku.

Saat ini kau belum menatapku lebih dalam dan masih mengacuhkanku... Tak masalah, aku akan menunggu hingga ada hembusan takdir yang akan meniup namaku dalam kehidupanmu.

Semuanya ku lakukan tanpa kau pinta.

Ya, untukmu... Karena-Nya.

Selasa, 03 Maret 2015

B E N C I

Aku membencimu seperti aku membenci bayanganku
Seperti bunga membenci duri durinya
Seperti laut membenci ombak
Seperti malam membenci gelap
Seperti laptop membenci keyboard
Seperti handphone membenci simcard
Seperti Ac membenci freon
Seperti buku membenci kertas
Seperti pena membenci tinta
Seperti cabe membenci rasa pedasnya
Seperti kincir membenci baling balingnya
Seperti sabun membenci busanya
Dan sejuta seperti-seperti yang lain..

Selasa, 22 Juli 2014

Kau Bawa Pergi :-(

Ke mana kau bawa pergi, cinta
Lembah demi lembah kau susuri
Laut demi laut galau kau selami
Malam demi malam kau isi mimpi

Ke mana kau bawa pergi, cinta
Angin demi angin kau hembuskan
Kabut demi kabut kau sibakkan
Senja demi senja kau resahkan

Bersamamu kuukir sebuah nama
Terselubung benang-benang jingga
Yang kemarin hilang entah kemana
Kini membuat aku terpenjara