Untukmu yang telah memasuki hatiku,
Apakah ada suatu isyarat untuk membuatmu jatuh hati pada diri yang lemah ini?
Kalau ya, kabarkan aku secepatnya.
Karena takkan sedetikpun ku mau melepaskanmu dari pandanganku.
Apakah ada saatnya untukmu bisa memilih dan melirik hati ini?
Jika ya, katakan sesegera mungkin.
Karena takkan ada satu hembusan nafaspun ku membiarkanmu lelah sendiri.
Aku bukanlah seseorang yang memiliki segala atau setitik kelebihan yang akan membuatmu berjalan ke arahku.
Aku juga bukanlah ibarat sebuah pelabuhan yang bisa menenangkanmu saat berlabuh dalam dekapanku sama sekali.
Tapi asal kau tahu, bahwa aku selalu berusaha untuk menjadi itu semua tanpa kau inginkan dan kau tahu, tanpa kau pinta dan kau mengira. Aku akan tetap menjalaninya. Sungguh senyummu adalah luapan hati yang tak terkira bagiku, dan air matamu adalah bagian nestapa yang tak terbantahkan untukku.
Saat ini kau belum menatapku lebih dalam dan masih mengacuhkanku... Tak masalah, aku akan menunggu hingga ada hembusan takdir yang akan meniup namaku dalam kehidupanmu.
Semuanya ku lakukan tanpa kau pinta.
Ya, untukmu... Karena-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar