Ke mana kau bawa pergi, cinta
Lembah demi lembah kau susuri
Laut demi laut galau kau selami
Malam demi malam kau isi mimpi
Ke mana kau bawa pergi, cinta
Angin demi angin kau hembuskan
Kabut demi kabut kau sibakkan
Senja demi senja kau resahkan
Bersamamu kuukir sebuah nama
Terselubung benang-benang jingga
Yang kemarin hilang entah kemana
Kini membuat aku terpenjara
Selasa, 22 Juli 2014
sajak untuk ...
Hari ini sebelum senja menutup diri
Aku sadari betapa hidup sangat berarti
Ketika manis dirimu berkata-kata
Atas indah cinta itu bahagia
Saat sejenak kutemukan cinta
Hapus semua langit punya air mata
Dan kemudian yang telah tersadar dan bahagia
Cinta hidupkan arti hidup penuh makna
Dan saat tangan itu kugenggam
Saat merekah senyuman hangatmu di hadapanku
Saat semua cinta ada dan terasa
Atas dirimu yang beri aku dunia penuh bahagia
Aku dan DIA
Aku kecil, Dia Maha Besar
Aku disini, Dia disetiap mili hela nafas
Aku lemah, Dia tak terkalahkan
Aku begini, Dia begitulah sempurna
Aku mati, Dia sumber penghidupan abadi
Aku pulang, Dia datang dengan segala kekuasaan
Aku disini, Dia disetiap mili hela nafas
Aku lemah, Dia tak terkalahkan
Aku begini, Dia begitulah sempurna
Aku mati, Dia sumber penghidupan abadi
Aku pulang, Dia datang dengan segala kekuasaan
Siapa Aku di Sisimu
Jika tak sanggup menjadikanku penuntun jalanmu
Jadikan saja aku sebatang tongkat untuk kau genggam
Jika tak mampu menjadikanku perhiasan di hari-harimu
Jadikan saja aku pelangi dimatamu
Jika tak sanggup menjadikanku anugerah bagi duniamu
Jadikan saja aku manfaat untuk kehidupanmu
Jika tak mampu menjadikanku bintang terang dimalammu
Jadikan saja aku nyala lentera kecil dibilik hatimu
Jika tak sanggup menjadikanku kenangan bagimu
Simpan saja aku ditempat terjauh yang tak terjangkau oleh pandanganmu
Karena tepat saat itu aku sedang bertanya, “Siapa aku disisimu???”.
Jadikan saja aku sebatang tongkat untuk kau genggam
Jika tak mampu menjadikanku perhiasan di hari-harimu
Jadikan saja aku pelangi dimatamu
Jika tak sanggup menjadikanku anugerah bagi duniamu
Jadikan saja aku manfaat untuk kehidupanmu
Jika tak mampu menjadikanku bintang terang dimalammu
Jadikan saja aku nyala lentera kecil dibilik hatimu
Jika tak sanggup menjadikanku kenangan bagimu
Simpan saja aku ditempat terjauh yang tak terjangkau oleh pandanganmu
Karena tepat saat itu aku sedang bertanya, “Siapa aku disisimu???”.
Kutipan
"Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul.Ya Tuhan, berat sekali melakukannya....sungguh berat ,karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik."
-- Tere Liya, "Sunset Bersama Rosie"--
-- Tere Liya, "Sunset Bersama Rosie"--
Senin, 21 Juli 2014
Keluhan sang Anak
Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… “Oh Ayah, ayah” kata sang anak…
“Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …
Kisah Keset dan Bunga Mawar
Sebuah keset mengeluh pada temannya yang adalah sekuntum bunga mawar segar. Berikut percakapan mereka:
Keset pun memulai obrolan. "Aku iri padamu, War. Setiap pagi kamu dipetik, diberi air, kadang dicium oleh para wanita cantik karena keharumanmu. Setiap orang mengagumi warna merahmu yang indah. Sedangkan aku? Aku diinjak-injak setiap hari. Tak ada seorang pun yang memandang, apalagi menghargaiku. Mereka hanya menggunakan aku untuk membersihkan alas sepatu mereka yang kotor."
Keset pun memulai obrolan. "Aku iri padamu, War. Setiap pagi kamu dipetik, diberi air, kadang dicium oleh para wanita cantik karena keharumanmu. Setiap orang mengagumi warna merahmu yang indah. Sedangkan aku? Aku diinjak-injak setiap hari. Tak ada seorang pun yang memandang, apalagi menghargaiku. Mereka hanya menggunakan aku untuk membersihkan alas sepatu mereka yang kotor."
Kebaikan Pohon Kaktus
Sebatang pohon kaktus tumbuh di tengah-tengah gurun pasir yang luas. Tak
ada kaktus lain yang tumbuh di sana. Ia satu-satunya kaktus yang
berdiri entah di mana di gurun yang gersang itu. Kaktus itu merasa
heran, untuk apa ia tumbuh di tempat itu.
"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
"Aku tak melakukan apa-apa selain berdiri di sini sepanjang hari," keluhnya.
"Lalu, apa gunanya aku ada di sini. Sepertinya aku adalah tanaman terburuk yang tumbuh di gurun ini. Lihatlah, batang-batangku kurus dan berduri.
Langganan:
Postingan (Atom)