Kumpulan Puisi dan Kisah Motivasi Teladan

Minggu, 17 April 2011

Air mata mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
"Anakku,"kata sang ibu sambil bercucuran air mata,"Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang,sebuah tanganpun,sehingga ibu tak bisa menolongmu."
si ibu terdiam sejenak,"aku tau bahwa itu sakit anakku.tapi terimalah itu sebagai takdir alam.kuatkan hatimu,jangan terlalu lincah lagi.kerahkan semangatmu melawan rasa akit yang menggigit.balutlah pasir itu dengan getah perutmu.hanya itu yang bisa kau perbuat". kata ibunya dengan sendu dan lembut.
Anak kerangpun melakukan nasehat bundanya.ada hasilnya,tetapi rasa sakit terkadang masih terasa. kadang di tengah kesakitannya,ia meragukan nasehat ibunya.dengan air mata ia bertahan,bertahun-tahun lamanya. tetapi tanpa di sadarinya sebutir mutiara telah terbentuk dalam dagingnya.makin lama makin halus rasa sakitnyapun makin berkurang dan semakin lama mutiaranya semakin besar.rasa sakit menjadi lebih wajar.
Akhirnya sesudah sekian tahun,sebutir mutiara besar,utuh mengkilap,dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. penderitaannya berubah menjadi mutiara,air matanya berubah menjadi sangat berharga.Dirinya kini menjadi sangat berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma di santap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.
******************
Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa" karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan kegagalan serta penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa".
Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi "kerang biasa "atau "kerang yanng menghasilkan mutiara". sayangnya,lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama,sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang sukses lebih sedikit daripada orang yang"biasa-biasa"saja.
Mungkin saat ini kita sedang mengalami kekecewaan,kegagalan,atau terluka karena orang-orang di sekitar kita tapi cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut,sambil katakan dalam hatimu...
"air mataku di perhitungkan tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara".
Semoga............

Tidak ada komentar:

Posting Komentar