Kumpulan Puisi dan Kisah Motivasi Teladan

Selasa, 08 November 2011

RENUNGAN

Ternate, 22 mei 2011

“Hidup memang tak pernah lepas dari yang namanya masalah.tidak ada masalah brarti tidak hidup”.

Kalimat itu memang benar adanya.setiap orang yang hidup di dunia ini pasti punya masalah.begitu juga yang terjadi dengan saya sekarang.banyaknya masalah yang saya hadapi membuat saya stress dan down. Saya gak perlu cerita apa masalah saya karena itu bukan tujuan saya menulis kisah ini tapi bagaimana saya berusaha kuat untuk melawan dan bangkit dari keterpurukan karena jujur saja waktu saya banyak tersita dengan melamun di dalam kamar tapi entah apa yang saya lamunkan.alhasil,banyak kerjaan rumah saya berantakan dan membuat saya diomelin mama ..
Bukan cuma waktu saya yang terbuang percuma, kondisi kesehatan saya pun menurun.gak jarang saya merasa pusing karena kurang tidur,maag saya yang lebih sering kambuh karena pola makan saya yang cuma sekali sehari,bahkan saya pernah seharian mengurung diri di kamar karena malu ketemu keluarga.malu jika mereka melihat mata saya yang sembab karena menangis semalaman.

huuuftt..sungguh saya merasa kesal,capek dan muak akan diri saya ini.kenapa saya begitu lemah padahal banyak orang lain yang punya masalah lebih berat daripada saya tapi mereka tidak pernah mengeluh.kadang saya bertanya sudah adilkah Tuhan pada umatnya?kenapa menciptakan perbedaan pada manusia?bukankah semua manusia ingin dianggap “sama” dengan manusia yang lainnya?knapa ada orang yang hidupnya selalu bahagia,selalu bisa mendapat apa yang diinginkannya dengan mudah sementara orang lain harus bersusah payah berusaha untuk menggapai cita-citanya dan mendapatkan apa yang diinginkannya.namun kemudian saya sadar.saya tau Tuhan menciptakan perbedaan bukan untuk membeda-bedakan melainkan sebagai ujian semata.saya tetap percaya bahwa Tuhan maha adil.Dia lebih mengetahui apa yang gak kita ketahui,Dia lebih paham apa yang gak kita mengerti,dan yang terpenting Dia gak pernah membeda-bedakan manusia ciptaanNYA.

Kembali saya merenung,jika Tuhan yang maha agung,yang menciptakan manusia dan seluruh alam  ini saja gak membeda-bedakan manusia lantas mengapa manusia itu sendiri begitu sombong gak mau menerima perbedaan?masih sering menganggap dirinya paling benar dan paling hebat,menganggap bahwa orang lain tidak pantas untuk dirinya,menganggap bahwa kekuasaan bisa membuat takdir bagi seseorang??begitukah??aahh,,,saya pusing memikirkannya,tapi saya juga gak mau terus sedih dengan masalah saya,saya gak mau terus lemah sedangkan saya tau banyak  orang disekeliling saya yang sayang sama saya dan mendukung saya.

Susah.memang sangat susah untuk mulai menata lagi yang telah hancur,memang susah untuk membangun lagi sesuatu yang telah runtuh. tapi hidup saya harus tetap berjalan.saya gak mau terlalu cepat menyerah oleh keadaan yang di tentukan manusia sebab yang berhak atas hidup saya hanya Tuhan.

Saya memang bukan manusia yang baik.saya adalah tipe manusia yang susah untuk ikhlas walaupun di mulut saya bilang “yasudah,saya ikhlaskan saja” tapi tetap dalam hati saya kadang masih  mengeluh “seandainya gak begini”.saya belum mempunyai hati yang luas agar dapat dengan mudah memaafkan kesalahan orang terhadap saya walaupun di mulut saya telah berucap “iya saya maafkan” tapi kadang dalam hati saya masih berkata ”semoga aja Tuhan membalasmu”.

Waktu terus berlalu,hari terus berganti,dan bulan terus berjalan, saya masih setia pada janji saya untuk terus berusaha meraih mimpi namun ternyata gak semudah yang saya bayangkan. begitu keras usaha saya untuk bangkit namun tetap saja saya jatuh kembali . begitu berat usaha saya menahan kekecewaan namun tetap tak kuasa membendung air mata saya.rasanya saya sudah gak sanggup lagi,saya putus asa,putus harapan,dan menyerah kalah. setiap malam saya selalu bertanya “Tuhan,apakah ini takdirMU untukku??atau ini hanya sekedar ujianMU??saya sungguh bingung,,,jika ini memang hanya ujian,sampai kapan akan berakhir? ”.

Air mata saya jatuh lagi.dada saya sesak dan kepala saya berat.saya memutuskan untuk berjalan-jalan menghirup udara segar.saya gak tau tujuan saya berjalan,saya ikuti saja langkah kaki saya hingga saya tiba di sebuah lapangan sepakbola..saya duduk di pinggir lapangan dan menonton pertandingan sepak bola.tak begitu lama saya duduk tiba tiba ada seorang anak perempuan kecil berumur 6 tahun datang menghampiri saya “kakak beli pisang goreng ya?harganya seribu” katanya dengan senyum dibibirnya.kuperhatikan wajahnya yang polos,rambutnya yang kumal dan pakaiannya yang banyak sobek.tangan kirinya memegang baskom yang diletakkan diatas kepalanya dan tangan kanannya menuntun seorang anak balita berumur 3 tahun.saya kemudia bertanya “adik gak sekolah?orangtuanya mana?” “gak sekolah kakak,gak ada biaya.papa gak ada trus mama lagi sakit di rumah” jawabnya.

Ya Tuhan….saya tertegun mendengar jawabannya.saya sungguh merasa malu padanya.anak sekecil itu  sudah harus menanggung beban hidup seberat ini.dia relakan masa bermainnya untuk  berjualan pisang goreng agar bisa membantu ibunya yang sedang sakit.dia korbankan keinginannya untuk sekolah agar bisa mencari nafkah bagi keluarganya.dan lihatlah di wajahnya,tidak sedikitpun wajahnya menampakkan rasa kesedihan.dia tetap tersenyum meski hidupnya begitu susah.matanya tetap bersinar meskipun harus berjualan di bawah terik matahari untuk bisa makan.

Ya Tuhan….saya benar-benar malu padanya.saya tak bergerak menatapnya hingga dia bertanya”kakak jadi beli pisang goreng?enak lho”.saya kaget dan menjawab “iya ,kakak beli 10 ya,tapi kita makannya sama-sama.kakak gak bisa habisin pisang goreng 10 buah sendirian” dan dijawabnya dengan nada heran “lo,kalo gak bisa habisin sendiri kok kakak belinya banyak?kan bisa beli sedikit saja” ”iya sih,tapi kakak mau makan kalo di temani makan juga,adik temani kakak makan pisang goreng ini ya” jawabku.kembali kulihat senyum dibibirnya sambil anggukan kepala kecilnya.dalam hati ku berkata “Ya Tuhan,,betapa tak berartinya ujianMU pada saya jika dibandingkan ujianMU padanya,saya hidup berkecukupan,berlebihan bahkan.gak pernah kekurangan makanan,punya keluarga lengkap,rumah yang nyaman,baju dan sepatu yang banyak,dan apapun yang saya  ingin selalu bisa di kasi papa”.
Dia. anak kecil penjual pisang goreng itu telah menyadarkan saya bahwa  hidup memang keras.jika mau berhasil harus berusaha dan berjuang terus menerus.jangan berhenti karena selalu ada harapan untuk kita berhasil.anak kecil penjual pisang goreng itu yang telah mengajarkan saya untuk tidak menyerah karena hidup juga tidak akan berhenti memberi ujian pada kita. anak kecil penjual pisang goreng itu yang telah membukakan mata saya yang selama ini buta dan tidak bersyukur karena ternyata hidup saya jauh dan jauh lebih beruntung daripada dia.

Saya pulang kerumah dengan perasaan yang campur aduk.malu, haru, sesal, dan rasa bersalah terus membayangi saya.pikiran saya gak bisa lepas dari anak itu.dia yang bisa membuat saya menerima bahwa takdir itu gak ada yang bisa tau dan bukan tugas kita untuk mencari tau.hak kita untuk bermimpi dan sudah seharusnya kita berusaha mewujudkannya.jangan pernah batasi Tuhan.biarkan Dia bekerja dengan caraNya karena sesungguhnya kesakitan,kekecewaan,penantian, dan ingatan pahit semua ada waktunya.biar waktu yang menjawab semua pertanyaan,menyembuhkan luka,memberi kepastian dan melupakan kepahitan.

Hidup memang unik dan gak bisa diduga.biarkan dia berproses dengan sendirinya.seperti ulat bulu yang bisa berubah menjadi kupu kupu yang cantik.gak peduli seberapa susah dan sakitnya proses itu tapi teruslah berusaha,berdoa dan percaya jika semua itu akan indah pada waktuNya.waktuNya, bukan waktuku, bukan waktumu,ataupun waktu kita..

 


Terimakasih buat teman2 dan sahabat2 saya yang selalu ngasi motivasi.yang selalu saya ganggu setiap malam dengan sms gak penting saya.yang selalu bersedia menjawab semua pertanyaan saya.terimakasih banyak..semoga kita semua mampu melewati ujianNya dengan baik dan LULUS.amiiiiinnnn

- Winda Ayu Dyanita -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar